My Profile

Foto Saya
> sekarang saya bersekolah di seminari Menengah Wacana Bhakti...

Jumat, 04 Juni 2010

Laporan Uji Kualitas Air

A. Tujuan
1. Mengetahui kualitas air di daerah Jalan Danita 3 blok c 25 No.1 (sekitar perumahan Bekasi Jaya Indah).
2. Mengetahui perbedaan kualitas air di daerah Jalan Danita 3 blok c 25 No.1 (sekitar perumahan Bekasi Jaya Indah) dengan air kemasan.
3. Mengamati tingkat pencemaran air yang terjadi.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana kualitas air yang baik berdasarkan keadaan fisik, kimia, dan biologi?
2. Bagaimana kualitas air di daerah Jalan Danita 3 blok c 25 No.1 (sekitar perumahan Bekasi Jaya Indah).
3. Bagaimana kualitas air di daerah Jalan Danita 3 blok c 25 No.1 (sekitar perumahan Bekasi Jaya Indah) jika dibandingkan dengan air kemasan?

C. Dasar Teori
1. Air
Air merupakan sesuatu yang berbentuk cair yang bisa menyesuaikan bentuk sesuai dengan wadahnya. Air juga merupakan salah satu kebutuhan
manusia yang sangat penting karena digunakan untuk minum, masak, dan mencuci. Tetapi tidak semua air baik digunakan karena air yang baik mempunyai ciri-ciri khusus yang menerangkan bahwa kualitas air itu baik. Syarat-syarat kualitas air yang baik, antara lain :
Ø Karakter Fisik
§ a. Rasa : Tidak berasa
§ Bau : Tidak berbau
§ Suhu
§ Kekeruhan
§ TDS (Total Disolved Solid) : <500mg/l
Ø Karakter Kimia/Khemis
§ PH (6,5-8,5)
§ Kesadahan
§ Besi
§ Aluminium
§ Zat Organik
§ Sulfat
§ Nitrat dan Nitrit
§ Chlorida
§ Zink atau Zn
Ø Karakter Biologis
§ Colli : max. 1 coli/100ml air
§ COD (Chemical Oxygen Demand) : max. 12 mg/l
§ BOD (Biochemical Oxygen Demand) : max. 6 mg/l
2. Teh
Tanaman teh pada umumnya ditanam di perkebunan, dipanen secara manual, dan dapat tumbuh pada ketinggian 200-2.30 m dpl. Teh berasal dari kawasan India bagian Utara dan Cina Selatan. Ada dua kelompok varietas teh yang terkenal, var. assamica yang berasal dari Assam dan var. Sinensis yang berasal dari Cina. Varietas assamica daunnya agak bessar dengan ujung yang runcing, sedangkan varietas sinensis daunnya lebih kecil dan ujungnya agak tumpul. Pohon kecil, karena seringnya pemangkasan maka tampak seperti perdu. Bila tidak dipangkas, akan tumbuh kecil ramping setinggi 5-10 m, dengan bentuk tajuk seperti kerucut. Batang tegak, berkayu, bercabang-cabang, ujung ranting dan daun muda berambut halus. Daun tunggal, bertangkai pendek, letak berseling, helai daun kaku seperti kulit tipis, bentuknya elips memanjang, ujung dan pangkal runcing, tepi bergerigi halus, pertulangan menyirip, panjang 6-18 cm, lebar 2-6 cm, warnanya hija mengilap. Bunga di ketiak daun, tunggal atau beberapa bunga menjadi satu, berkelamin dua, garis tengah 3-4 cm, warnanya putih cerah dengan kepala sari berwarna kuning, harum. Buahnya buah kotak, berdinding tebal, pecah menurut ruang, masih muda hijau setelah tua cokelat kehitaman. (www.portaliptek.com)

D. Alat dan Bahan
1. Air bersih terstandarisasi atau layak minum
2. Satu gelas air tanah yang akan diuji
3. 4 buah gelas yang berukura sama
4. Gelas penampang

E. Prosedur Kerja
1. Uji Fisik
§ Amati kekeruhan warna, suhu, bau dan rasa
§ Masukkan air ke dalam gelas ukur uji bandingkan dengan air layak minum
§ Tambah segelas air bersih layak minum, amati perubahannya, jika tidak ada perubahan berarti derajat pencemaran air cukup rendah, namun jika masih ada perbedaan lanjutkan....
§ Tambahkan satu gelas air layak minum ke dalam gelas uji, amati... apabila kemudian menjadi jernih berarti pencemaran sedang, namun jika tidak ada perubahan berarti air tercemar cukup tinggi

2. Uji Khemis
§ Buatlah segelas teh dengan menggunakan air yang akan diuji
§ Letakkanlah gelas bening berisi air teh tersebut di ruangan dalam keadaan terbuka selama satu malam
§ Analisislah kualitas air tersebut apabila terdapat perubahan warna, lendir, atau lapisan minyak di permukaannya berarti air tidak layak dijadikan air minum.

3. Uji Biologis
§ Siapkan air yang akan diuji
§ Masukkan ke dalam gelas bening tembus cahaya
§ Letakkanlah gelas tersebut (dengan diberi penutup plastik wrap/tutup gelas) di tempat terbuka yang terkena cahaya matahari selama 5 hari
§ Setelah 5 hari periksalah kondisi air tersebut apakah ada perubahan warna, gumpalan berwarna putih atau lendir.

F. Hasil Pengujian
I. Fisik
Ø Air kemasan menjadi agak kotor saat dicampurkan dengan air tanah daerah daerah Jalan Danita 3 blok c 25 No.1 (sekitar perumahan Bekasi Jaya Indah).
Ø Terdapat pula pasir halus dalam air.
Ø Air tidak berbau.
Ø Air tidak berasa.
Ø Air kemasan berwarna agak hitam saat dicampurkan dengan air tanah daerah Jalan Danita 3 blok c 25 No.1 (sekitar perumahan Bekasi Jaya Indah).
Ø Tingkat pencemaran air rendah.


II. Khemis
Ø Terdapat lapisan minyak pada permukaan air setelah didiamkan selama 1 malam.
Ø Terjadi perubahan warna (agak kehitaman) pada air campuran antara air kemasan dengan air tanah daerah Jalan Danita 3 blok c 25 No.1 (sekitar perumahan Bekasi Jaya Indah).

III. Biologis
Ø Tidak terjadi apa-apa pada air tanah daerah Jalan Danita 3 blok c 25 No.1 (sekitar perumahan Bekasi Jaya Indah) setelah didiamkan selama 5 hari di daerah yang terbuka dan terkena sinar matahari.
Ø Air tidak berbau.
Ø Air tidak berasa.
Ø Air tidak berwarna.
Ø Air seperti semula dan tidak tercemar.


G. Analisis dan Pembahasan
1) Analisis
Ø Secara fisik, dapat diketahui bahwa tingkat pencemaran yang terjadi pada Perumahan Bekasi Jaya Indah berada pada tingkat yang rendah. Pencemaran yang terjadi hanyalah pada warna saja. Dalam air tanah di daerah Perumahan Bekasi Jaya Indah terdapat benda padat yang halus disertai dengan benda yang menyerupai benang tipis. Warna yang terjadi jika dicampurkan dengan air kemasan, juga berwarna kehitaman. Tetapi dari segi rasa dan bau tidak ada hal yang berubah, air tanah dan air kemasan berasa dan berbau sama.
Ø Secara khemis atau kimia, dapat diketahui bahwa air tanah pada daerah Perumahan Bekasi Jaya Indah telah tercemar. Setelah air tanah dijadikan teh dan didiamkan selama 1 malam, terdapat lapisan minyak pada permukaan air. Terjadi pula perubahan warna menjadi kehitaman, padahal dalam jangka waktu yang dekat, teh masih menunjukkan warna aslinya, tetapi lama-kelamaan warna teh menjadi lebih hitam. Teh ini menjadi teh yang tidak layak minum.
Ø Secara biologis, dapat diketahui bahwa air tanah daerah Jalan Danita 3 blok c 25 No.1 (sekitar perumahan Bekasi Jaya Indah) tidak terjadi adanya pencemaran. Air tanah mempunyai keadaan seperti semula setelah ditaruh di tempat yang terbuka dan terkena sinar matahari selama 5 hari. Air tanah itu tidak berasa, tidak berbau, dan tidak berwarna. Air tanah ini layak minum.
2) Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian dan data-data di atas, serta setelah melalui uji kualitas air bersih secara fisik, kimia, dan biologi, didapatkan hasil yang berbeda meskipun air tanah itu berasal dari satu sumber, yaitu daerah Jalan Danita 3 blok c 25 No.1 (sekitar perumahan Bekasi Jaya Indah). Jika uji secara fisik dan biologis, didapatkan hasil yang sama yaitu air teruji dan hasilnya tingkat pencemarannya rendah. Sedangkan pada uji secara khemis atau kimia didapatkan hasil yaitu air mengalami pencemaran yang berbeda jika dibandingkan dengan uji secara fisik dan biologis. Secara umum, pencemaran yang terjadi pada air tanah ini adalah terdapatnya benda padat seperti batu halus dan benda yang menyerupai benang tipis yang terdapat di dalam air, serta terjadi perubahan warna. Pengujian ini juga telah menggunakan empat indera untuk mengetahui hasil pengujian. Indera penglihatan digunakan untuk melihat apakah di dalam air yang diuji terdapat benda-benda padat atau benda yang lainnya, juga melihat apakah terjadi perubahan warna di dalam air. Indera penciuman digunakan untuk mencium bau air yang telah diteliti, sedangkan indera pengecap digunakan untuk merasakan air yang telah diuji, apakah air itu menjadi berasa atau tidak setelah diteliti. Air tanah ini diteliti di daerah sekitar Seminari Wacana Bhakti. Untuk pengujian secara fisik, dilakukan di dalam ruangan karena tidak memerlukan cahaya matahari untuk mengujinya. Sedangkan untuk pengujian secara kimia dan biologis, dilakukan di luar ruangan yang mendapat cukup cahaya matahari sehingga pengujian dapat berlangsung secara maksimal. Perbedaan hasil yang didapatkan dapat terjadi mungkin karena pengaruh benda kimia yang dimasukkan ke dalam air, hal ini terbukti hanya air yang diberi teh yang tercemar. Tetapi secara fisik dan biologis, air tanah ini tidak tercemar dan layak untuk dijadikan sebagai air minum. Meskipun layak, air tanah juga harus direbus dahulu untuk lebih steril dijadikan sebagai air minum dan memenuhi syarat sebagai air yang layak diminum.



H. Kesimpulan dan Solusi
Dari laporan di atas, dapat disimpulkan bahwa air yang berada di daerah Jalan Danita 3 blok c 25 No.1 (sekitar perumahan Bekasi Jaya Indah) mengalami pencemaran yang berada pada tingkat yang rendah. Air tanah di daerah ini juga tidak mengandung zat-zat yang berbahaya bagi kesehatan, hanya terdapat benda-benda padat atau butiran-butiran halus di dalam air. Hal ini disebabkan karena filter air yang berada di dalam tanah untuk menyaring air tanah, kurang berfungsi dengan baik sehingga saat air tanah diambil, masih terdapat beberapa butiran-butiran halus dari dalam tanah meskipun jumlahnya hanya sedikit. Untuk dapat diminum dan memenuhi syarat untuk diminum, air harus direbus dahulu dengan suhu yang panas dan tidak terlalu lama, agar tidak merubah rasa dari air yang alami dan tetap jernih. Jika dilihat dengan menggunakan mata saja, kualitas air yang bersih adalah tidak berwarna dan hanya sedikit kandungan butiran-butiran halusnya. Tetapi belum tentu jika ditinjau dari segi kimia dan biologisnya. Air tanah yang berada antara satu daerah dengan daerah yang lainnya berbeda-beda sesuai dengan keadaan tanah dan resapan airnya. Jika daerahnya dekat dengan pemakaman, kualitas air yang ada belum tentu baik selurunya. Daerah yang kali ini diteliti, terletak jauh dari pemakaman dan jarak antara satu rumah ke rumah lainnya agak berjauhan, jadi tidak menutup kemungkinan bahwa kualitas air yang dihasilkan baik. Maka air di daerah yang diteliti ini memiliki kualitas air yang baik dan layak untuk dijadikan sebagai air minum.
Solusi untuk menghasilkan kualitas air yang baik, antara lain dengan merebus air tanah yang akan digunakan dengan suhu yang panas, sesuai standar (1000 C), dan tidak terlalu lama pula. Selain itu, mengujinya dahulu sebelum air itu digunakan.


I. Daftar Pustaka
………”Air Teh” dalam situs www.portaliptek.com
Kristalinawati.”Diktat Uji Kualitas Air”. Jakarta, 2010

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Sahabat